Mahasiswa: Menjadi Pelamar atau Penerima Lamaran

Oleh: Gesang Tri Wahyudi
Setiap kali mendengar atau menyebut kata mahasiswa, yang akan terbayang dalam benak kita adalah kumpulan anak muda yang penuh akan ambisi dan cita-cita masa muda mereka. Giat belajar dan mencari kesibukan sana-sini dalam mengisi kesehariannya. Terlepas dari semua kegiatan yang mereka pelajari, mahasiswa akhir semester cenderung akan memikirkan “Setelah lulus aku mau kerja apa, ya?” daripada “Enaknya buka usaha apa, ya?”. Hal ini masih menjadi persoalan tersendiri di kalangan mahasiswa.
Mahasiswa sebagai kaum muda yang penuh ambisi seharusnya lebih cenderung berpikir untuk membuat daripada mengikuti. Zaman yang semakin maju harusnya mampu membuat mahasiswa lebih jeli dalam melihat peluang, terutama pada bidang bisnis. Mahasiwswa yang mampu melihat peluang-peluang bisnis inilah yang nantinya akan menjadi pendongkrak perekonomian negara dengan membuka lapangan pekerjaan baru di masyarakatnya. Pertanyaan pun muncul, bagaimana menjadi mahasiswa yang saat masih kuliah atau setelah lulus mampu menjadi seorang pengusaha atau enterpreneur ?
Berdirinya suatu usaha itu bukanlah hal yang instan, butuh belajar dan kerja keras pendirinya. Mahasiswa sendiri memiliki banyak komponen pendukung yang membuatnya memiliki peluang lebih besar untuk mulai merintis karir sebagai seorang pengusaha, karena semakin berjalannya proses maka semakin banyak tantangan dan semakin banyak pula pelajaran yang didapat untuk meningkatkan usaha yang ditekuninya tersebut.
Kebanyakan kendala yang dihadapi oleh seseorang terutama mahasiswa dalam memulai usaha tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti takut mencoba, tidak ada atau keterbatasan modal, kurangnya inovasi, dan yang paling penting adalah niat. Faktor-faktor tersebut dapat diatasi dengan pola pemikiran positif dan kreatif yang dimiliki oleh orang tersebut.
Melihat data dari Himpunan Pengusaha Indonesia Muda (HIPMI), jumlah wirausahawan di Indonesia hanya berkisar 3% dari penduduknya yang mencapai 260 juta jiwa ini. Angka tersebut masih kalah dengan negara tetangga kita seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura yang mencapai angka 4%. Angka wirausahawan muda di Indonesia harus ditingkatkan untuk mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Lantas upaya apa yang harus dilakukan seseorang terutama mahasiswa untuk mampu menjadi seorang wirausahawan atau seorang enterpreneur ?
- Belajar tentang life skills dan soft skills
Saat ini banyak sekolah ataupun universitas yang memerikan ruang untuk pembelajaran enterpreneurship. Hal tersebut adalah salah satu media pembelajar untuk mengembangkan wawasan dan kemahiran dalam dunia wirausaha, serta mampu menjadi dasar ilmu dalam memulai dan mempertimbangkan pembukaan usaha. Ditambah lagi era industri 4.0 sudah sangat maju dengan berbagai teknologi yang dapat diakses di manapun dan kapanpun, seharusnya mampu mempermudah pembelajaran tersebut.
- Eksperimen
Eksperimen yang dimaksud adalah melihat kondisi tempat yang menjadi habitat atau tempat keseharian orang atau mahasiswa tersebut. Mengamati dan mencari peluang apa yang cocok untuk dipraktekan di lingkungan tersebut, terlebih bagi mahasiswa kampus adalah tempat yang sangat cocok untuk melakukan eksprerimen usaha yang akan ditekuninya.
- Idola
Terkesan sederhana namun berdampak besar. Saat seseorang memiliki idola atau panutan, orang akan cenderung mencoba mengikuti yang menirukannya. Hal inilah yang bisa dijadikan sebagai penyemangat seorang wirausahawan dalam membangun bisnisnya.
- Jaringan atau relasi
Mahasiswa terkenal dengan sifatnya yang aktif dalam berbagai organisasi baik di dalam maupun di luar kampus, tentunya hal ini membuat mahasiswa diuntungkan dalam persoalan jaringan dan relasi. Hubungan antar individu atau kelompok mampu menjadi faktor pertumbuhan usaha dan kualitas dari seroang wirasuahawan dalam membangun usahanya yang benar-benar harus dimanfaatkan oleh mahasiswa tersebut.
- Kelompok / Tim
Memulai usaha sendiri memang bukan persoalan mudah, namun jika dirasa cukup sulit ada baiknya membentuk sebuah kelompok usaha yang mampu saling mendukung dan saling membangun dalam usaha tersebut. Hal tersebut mampu mempermudah peningkatan usaha terutama bagi seorang pemula dalam membangun usaha.
- Tentukan dan mulai
Semua uraian di atas tidaklah bermanfaat dan hanya menjadi dongeng semata jika tidak diakhiri dengan tindakan. Mulailah belajar, amati, berinovasi, tentukan, dan mulailah melalukan atau membuka usaha tersebut.
Tidak ada kata terlambat dan tidak bisa dalam memulai sebuah usaha, terlebih seorang mahasiswa yang memiliki banyak keuntungan dalam hal sosial dibandingkan dengan yang bukan mahasiswa. Mulailah tentukan dan lakukan, hal tersebut yang akan membuat orang tersebut belajar dan semakin membangun usahanya. Tidak harus selalu yang bermodal besar, mulailah dengan usaha yang bermodal kecil, jika tidak memiliki modal mulailah menjual jasa yang dapat dan mahir dilakukan. Tidak ada kata “Tapi” dalam menjadi wirausahawan. Apakah kalian sudah menentukan jawaban dari petanyaan di awal tadi? Apakah kalian akan menjadi pembuat atau pengikut? Apakah kalian yang melajar atau yang penerima lamaran?
Tidak perlu kalian jawab, buktikan saja.
*Sebuah tugas dalam mata kuliah Menulis Kritik dan Esai
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.