Bisnis Ala Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya

Sebagai mahasiswa, berbisnis merupakan hal yang menyenangkan. Apalagi bisnis yang kita geluti merupakan salah satu hobi kita. Uh… bukan hanya kesenangan yang kita dapati tetapi juga untung dan kepuasan tersendiri bagi kita. Bisnis bagi mahasiswa bukan hanya menambah uang saku, tetapi sebagai modal dan pengalaman yang dapat dijadikan pilihan setelah lulus kuliah. Walau terkadang menjalani waktu sebagai mahasiswa membuat kita sulit membagi waktu antara jam kuliah dan bisnis yang kita jalani.
Sebagai mahasiswa, kita dituntut untuk kreatif supaya bisa mandiri dan tidak hanya mengandalkan kiriman dari orang tua. Para mahasiswa pasti ada yang memikirkan bagaimana caranya berbisnis sambil tetap kuliah. Hanya berbekal kreatifitas dan jeli melihat peluang serta berani mengambil risiko. Sebenarnya, ada banyak peluang bisnis untuk mahasiswa dengan modal yang pas-pasan. Masa-masa berkuliah bisa menjadi waktu yang tepat bagi mahasiswa untuk memulai bisnis. Sebab, kehidupan tidak sebatas menjadi mahasiswa saja. Suatu saat setelah lulus dari dunia kampus akan menghadapi tantangan dari dunia kerja. Untuk itu, akan lebih baik mempersiapkan diri dari awal.
Peluang usaha di kalangan mahasiswa cukup luas, salah satunya pada mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi. Fakultas Ilmu Budaya bersifat kebudayaan dan humaniora. Tempatnya para mahasiswa pemikir kreatif dan imajinatif. Sekarang ini, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya sudah banyak bermunculan sebagai pengusaha muda. Dari banyaknya mahasiswa, penulis tertarik untuk mewawancarai beberapa pengusaha muda di FIB UNJA.
“Memulai karir sebagai pembisnis tidaklah mudah. Apa lagi mengingat status kita sebagai mahasiswa. Tentu kita tidak boleh terlena dengan bisnis yang mendapatkan uang dan lain sebagainya. Kuliah juga harus tetap lancar dong,” kata Anisa, salah satu mahasiswa dengan bisnis Oline Shop pada program studi Pendidikan Bahasa Arab. (15/02/2020).
Diungkapkan juga oleh Saidil Ambia, program studi Sendratasik dengan bisnis Thai Tea, “Bisnis yang saya jalani sekarang untuk memanfaatkan waktu luang saja.” (17/02/2020).
Kamiyatein program studi Sastra Indonesia juga menambahkan dengan bisnis Chicken Katsu. “Bisnis sudah saya jalani semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar. Jadi, ketika sekarang berbisnis di bangku kuliah, sudah tidak asing lagi bagi saya. Saya menikmati dan senang saja berdagang,” pungkasnya (17/02/2020)
Kemudian juga diungkapkan oleh Ayu Wahyuni dengan bisnis Chocolava Foodie, “Mahasiswa yang berbisnis merupakan orang yang sangat luar biasa, bisa hidup mandiri, dan tidak tergantung sama orang lain. Luar biasa lah pokoknya,” ceplos Ayu (18/02/2020)
Kemudian, berdasarkan hasil wawancara, hampir semua informan mengatakan bahwa mahasiswa yang berwirausaha sangat diberi dukungan penuh. Melalui dukungan ini, memunculkan banyak peluang ide bisnis bagi mahasiswa lain yang memiliki kreativitas. Terkhusus untuk aku, kamu dan kita semua yang ingin membuka usaha tetapi memiliki sedikit modal namun memiliki niat dan tekat yang kuat, jangan menyerah. Kamu pasti bisa!
(Delvi Hestia Fitri dan Neri Nelyanti)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.