Tsunami

Oleh: Muhammad Hanif Azaki

Ku pandang ombak dilautan

Melambung tinggi dan terhempas ke hamparan

Seolah sedang berteriak “kapan ku hempaskan atap rumah kalian”

Ku pandang lagi pasir putih di tepiannya

Sebagian menguning setelah tersiram ombak kecilnya

Tapi, tampaknya mereka ingin sekali basah bersama

Kali ini tak sengaja, terpandang petir beserta gemuruhnya

Melekik kencang menuju saraf telinga

Apa katanya? Kami selalu menanti izin dari sang pencipta

Mei 11, 2024

Tinggalkan Balasan