Tsunami
Oleh: Muhammad Hanif Azaki
Ku pandang ombak dilautan
Melambung tinggi dan terhempas ke hamparan
Seolah sedang berteriak “kapan ku hempaskan atap rumah kalian”
Ku pandang lagi pasir putih di tepiannya
Sebagian menguning setelah tersiram ombak kecilnya
Tapi, tampaknya mereka ingin sekali basah bersama
Kali ini tak sengaja, terpandang petir beserta gemuruhnya
Melekik kencang menuju saraf telinga
Apa katanya? Kami selalu menanti izin dari sang pencipta
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.