“Diet” Plastik untuk Lingkungan yang Lebih Baik

(Ilustrasi gambar: Pinterest/Josephine Rais)

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang kita menemukan barang yang berbahan dasar plastik dan juga plastik sekali pakai (single use). Penggunaannya juga cukup beragam. Mulai dari bungkus makanan ringan, tas belanja, hingga peralatan makan dan minum. Selain praktis, penggunaan barang berbahan dasar plastik nilai lebih efisien.

Pengunaan plastik ini juga dirasakan oleh mahasiswa. Gaya hidup mahasiswa yang juga praktis, membuat penggunaan plastik di kalangan mahasiswa meningkat, khususnya mahasiswa Universitas Jambi, Fakultas Ilmu Budaya. Biasanya, penggunaan plastik sekali pakai ini ditemukan pada makanan ringan dari kantin yang tersedia di Universitas Jambi (UNJA). Barang berbahan dasar plastik sekali pakai yang sering dijumpai biasanya berupa sedotan plastik, plastik es, sendok plastik, dan gelas plastik sekali pakai.

Penggunaan plastik sekali pakai dapat memperburuk lingkungan hidup. Mengingat produksi sampah untuk daerah Jambi mencapai 650 ton per harinya, dengan persentase 30-40% merupakan sampah plastik. Khawatir akan dampak negatif dari penggunaan sampah plastik sekali pakai di UNJA, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Go Green sebagai unit yang bergerak dalam bidang lingkungan, terutama di lingkungan Universitas Jambi menerapkan “Diet Plastik”. Diet plastik yaitu gaya hidup dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Salah satu anggota aktif UKM Go Green, yaitu Revina Indah Lestari menuturkan, “ Penggunaan plastik sekali pakai sangat masif. Fakta di lapangan membuktikan mahasiswa FIB UNJA masih membuang sampah plastik sembarangan.”

Dalam penerapannya, diet plastik ini mengalami berbagai kesulitan. “Kesulitannya dari konsisten dan pola pikir. Kita harus mengubah pola pikir bahwa sampah plastik itu sangat lama untuk terurai. Sayangnya, saat ini mahasiswa enggan untuk menerapkan membawa botol minum dan bekal sendiri dengan anggapan terlalu ribet,” jelas Revina.

Di akhir wawancara, Revina memberikan tips sekaligus solusi untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi mahasiswa, “Solusi mengurangi penggunaan plastik dengan mencari alternatif lain, seperti membawa kotak bekal dan botol minum agar dapat mengurangi jumlah sampah plastik.”

Dengan gaya hidup demikian, diharapkan angka penggunaan plastik dapat  ditekan. Yuk, mulai diet plastik!. (Reno Rinaldy).

Februari 20, 2020

Tinggalkan Balasan