Harta Terakhir Bapak

Oleh: Alpi Anwar Pulungan Bagi orang kampung seperti saya, untuk menjadi kaya hanya ada dua jalan. Pertama melalui pendidikan dan yang kedua melalui pernikahan. Malangnya, tak ada satu pun jalan yang bisa saya pilih. Saya tidak bisa memilih jalan pendidikan karena terkendala biaya. Saya juga tak bisa memilih jalan pernikahan karena banyak hal. Selain karena […]

Read More Harta Terakhir Bapak
April 12, 2026

Angpao untuk Bumi

Oleh : Rein De Komar Pukul empat pagi, Melan memesan taksi online dari kos-kosannya di Jagakarsa. Pesawatnya dijadwalkan berangkat pukul tujuh pagi ini. Waktu tempuh ke bandara Soekarno Hatta bisa memakan waktu dua jam pada subuh hari yang lengang. Ia harus bergegas sebelum kendaraan mulai memadati jalanan. Pesawat ke Jambi ada tiga kali penerbangan dalam […]

Read More Angpao untuk Bumi
Februari 17, 2026

Tag: , ,

Surat Drop Out untuk Kaspul Anuar

Oleh : Alpi Anwar Pulungan Pagi ini, tokoh utama kita —seorang mahasiswa semester dua belas, kita sebut saja namanya Kaspul, Kaspul Anuar— terlambat dan terlambat lagi. Sebenarnya ia tidak pernah ingin terlambat. Tidak ada manusia yang bercita-cita selalu terlambat. Namun, seperti banyak tokoh lain yang terjebak di dalam cerita yang saya tulis, niat baik jarang […]

Read More Surat Drop Out untuk Kaspul Anuar
Februari 14, 2026

Tag:

Pesona Malam Gentala*

Oleh :  Lilyana Agnesia. S Suatu malam yang tenang di pusat kota Jambi, langit malam terhampar luas seperti  kanvas hitam yang dihiasi oleh ribuan bintang berkelap-kelip. Udara sejuk menyapa kulit,  membawa aroma sungai yang segar meskipun malam telah menutupi segala noda. Gentala,  dengan jembatan ikoniknya, menjadi magnet bagi para pengunjung yang ingin menikmati  keindahan malam. […]

Read More Pesona Malam Gentala*
Februari 14, 2026

Dari Mulut ke Mulut yang Sepakat*

Oleh : Syamil Basayev Malam baru turun separuh ketika kabar dari dua lidah berbeda itu melesat lebih cepat  daripada angin, membuat beberapa pintu berderit terbuka sebelum waktunya. Di ambang  rumah paling tua, seorang lelaki berkacak pinggang sambil menimbang-nimbang apakah hari  itu akan pecah, atau justru diam-diam sembuh oleh sesuatu yang belum ia pahami.  Lelaki itu […]

Read More Dari Mulut ke Mulut yang Sepakat*
Februari 14, 2026

Bahasa yang Mengaliri Batanghari*

Oleh : Widya Angraini Ramadhani Teriknya mentari di Kota Jambi tak pernah ramah pada kepala yang sudah lama terlalu penuh. Memaksa siapa pun untuk tetap sadar, meski pikirannya ingin segera menghilang. Rasanya bak  setungku air menggelegak yang jatuh tepat di atas ubun-ubun. Mata gadis itu tak berpaling dari  layar ponselnya yang padam sedari tadi. Tubuhnya […]

Read More Bahasa yang Mengaliri Batanghari*
Februari 14, 2026

Tag: ,

Patung yang Retak oleh Waktu

Oleh Siti Fitriah Aku pernah mencintaimu dengan begitu hebatnya, namun kau acuhkan keberadaanku. Kau hanya menganggapku seperti angin yang membawa hawa panas, hingga kau gerah jika melihat kehadiranku. Matamu yang sipit, tubuhmu yang jakung dan wajahmu yang tirus semakin membuatku jatuh cinta. Tapi, di matamu aku hanya seonggok batu yang menghalangi jalanmu.  Aku tak menyalahkannya, […]

Read More Patung yang Retak oleh Waktu
Januari 30, 2026

Guru Baruak

Oleh Yoga Mestika Putra Baruak atau beruk punya arti penting dalam hidupku. Iya, beruk binantang berkaki empat yang bernama latin Macaca nemestrina ini, adalah primata yang tidak bisa dipisahkan begitu saja dari hidupku. Tapi bukan karena aku penggemar berat serial televisi Kera Sakti yang dulu tayang setiap Senin sampai Jumat selepas magrib. Serial televisi itu […]

Read More Guru Baruak
Januari 25, 2026

KUNANG-KUNANG

Karya: Egi Cahya Prameswari Aku tinggal di sebuah desa kecil yang terletak di tepi hutan. Bertahun-tahun selalu mencari ranting pohon untuk di jadikan api unggun sebagai penerangan saat malam hari. Sore ini pun begitu, aku dan adikku Jani pergi ke tengah-tengah hutan, menyapu dedaun kering yang bergelimpangan di tanah dengan kaki. Jika jumlah ranting yang […]

Read More KUNANG-KUNANG
Mei 25, 2024

Tag: