Puisi Cinta untuk Ibu

Oleh: Huriyah Padhilah Anasti  Ini adalah sebuah puisi cintaTentang seorang wanita yang tidurnya paling lambat dan bangunnya paling cepat Ini adalah sebuah puisi cintaTentang seorang wanita yang katanya tidak bekerja tapi berkegiatan 24 jam Ini adalah sebuah puisi cintaTentang seorang wanita yang cuciannya selalu basah, setrikanya selalu panas, kompornya selalu mengepul Ini adalah sebuah puisi […]

Read More Puisi Cinta untuk Ibu
April 5, 2026

Tag: ,

Ketapang di Pinggir Jalan

Oleh : Baiq Annisa Yulfana Nalurita Dialah ketapangyang setia berdiri di tepi jalan,akar-akarnya memeluk bumitanpa pernah meminta pelukan kembali.Ia tumbuh dari sunyi,dari kemandirian yang tak dirayakan,namun batangnya tegak seperti janjiyang tak pernah diucapkan. Rindangnya adalah rumah sementarabagi pejalan yang lelah,bagi burung-burung yang singgah sebentarlalu lupa mengucap terima kasih.Ia menantang mataharidan menjadikannya teduh bagi yang lain.Menjadi payung,Begitulah bahasa […]

Read More Ketapang di Pinggir Jalan
Maret 31, 2026

Tag: ,

Karat dan Puisi Lainnya

Oleh : Auzi Ilaturahmi Karat Daku membencimu sangat layuHujan abaikan angin tiadaIsyarat abu campakkan apiPandangmu janji kuhampas semua lawanIsyarat sempurna tempat berlabuhBukan pada angan maupun bayangNamun pada letak dua sukma kuyakin lebih abadiTidak jua pada cantik pandang, gesturSemua akan karat jika bertali pada tubuhLihat angin tak berhembusKupandang awan lawan hujanBisakah ia mengucap janjiYang tiada lenyap […]

Read More Karat dan Puisi Lainnya
Maret 7, 2026

Tag: ,

Bait-Bait Rindu

Oleh: Huriyah Padhilah Anasti SEPI Di sebuah halaman, di sebuah pelataran Di sepanjang alir sungai, di tiap-tiap helai Kau menjelma serupa bait-bait ingatan Menjadi-jadi seperti riuh pepohonan Kau adalah doa-doa di sepertiga malam Tak henti, tak putus, tak bisu Kau adalah fatamorgana, pergilah Biar aku sendiri di sini benar-benar sepi RINDU Siapa di situ? Pada […]

Read More Bait-Bait Rindu
Februari 28, 2026

Tag: ,

Puisi Yoga Mestika Putra

HUJAN DI BULAN TANPA NAMA Hujan jatuh tanpa suara,di jalan yang lupa pada langkahmu.Tak ada payung, tak ada sapa,hanya aroma tanahyang mengingat setiap kehilangan. Aku berdiri, menatap awanseperti menatap wajahmu dari jauh—tidak basah, tapi juga tidak utuh. IA MENUNGGU DI AKAR WAKTU Ia menunggu seperti pohon,tanpa tahu kapan musim datang.Air matanya mengalir pelan,menjadi sungai kecil […]

Read More Puisi Yoga Mestika Putra
Januari 26, 2026

PUISI-PUISI UNTUK IBU

Oleh Yoga Mestika Putra HATI IBU Tak ada yang lebih tabahdari hati seorang ibupagi-pagi sebelum ayam jantan berbunyisudah grasak grusuk di dapur.Menggoreng,merebusmenumis,membikin aneka penganandan secangkir cintauntuk ayah. SENYUM IBU Di simpul senyum ibuhidup yang keras dan payahterasa renyah seperti kembang loyang. Di rekah senyum ibusegala duka laraberanjak sirna. Senyum ibubegitu bermaknabagi jiwa hampayang kerapdilanda nestapa. […]

Read More PUISI-PUISI UNTUK IBU
Januari 25, 2026

Binatang dan Rumahnya

Oleh: Muhammad Hanif Azaki Pohon – pohon ditebang rata tak bersisa  Diselimuti alasan secarik kertas mahasiswa Hutan terbakar dengan api yang membara Semua diawali dengan keteledoran manusia Satwa liar menangis dan menjerit sekuat tenaga Ketika melihat rumahnya sudah menjadi ladang warga Satu yang kupinta, jika tak bisa melindunginya Tolong jangan rampas hak mereka

Read More Binatang dan Rumahnya
Mei 25, 2024

Tag:

Tsunami

Oleh: Muhammad Hanif Azaki Ku pandang ombak dilautan Melambung tinggi dan terhempas ke hamparan Seolah sedang berteriak “kapan ku hempaskan atap rumah kalian” Ku pandang lagi pasir putih di tepiannya Sebagian menguning setelah tersiram ombak kecilnya Tapi, tampaknya mereka ingin sekali basah bersama Kali ini tak sengaja, terpandang petir beserta gemuruhnya Melekik kencang menuju saraf […]

Read More Tsunami
Mei 11, 2024

TANAH LEGENDA

Yana Afrida Veti Pada muasal teramat jauh Kami hidup dalam tataran adat Dari tanah kami tumbuh Pada tanah kami sekarat Tanah kami tanah anging mamiri Nun jauh terkenal berani Dalam legenda tak pernah mati Dalam jiwa selalu terpatri Sipatudang sipatokkong Hidup damai dalam ma’rifat Jangan sampai mengganggu gugat Sakit menusuk kami mengaung *sipatudang sipatokkong = […]

Read More TANAH LEGENDA
April 3, 2020

JELMAAN RINDU

Karya: Nelda Afrita Puing-puing tawa terus menjelma Detik-detik terlewati dengan dahaga senja Tak dapat menutupi rasa bahagia Daun-daun lunak melambai menghiasi hati Ia pun menyebut riuh dengan alunan sunyi Senyum hati Senyum tawa selalu saja menghampiri Sebisaku menikmati riang diri Sebisu sedih pun mulai tak bisa menghampiri Bahagia Aku berikan judul pada hari kemarin Partikel-partikel […]

Read More JELMAAN RINDU
Februari 17, 2020