Sambut Ramadan, NNB Raptama Jambi Teguhkan Persaudaraan di Perantauan

Kota Jambi, Zonalingua – NNB Raptama Provinsi Jambi menggelar kegiatan Tarhib Ramadan 1447 Hijriah sebagai bentuk rasa syukur sekaligus persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Acara berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan dihadiri para orang tua, tokoh adat, dan pengurus seni budaya Mandailing di Provinsi Jambi. Nuansa kekeluargaan dan semangat kebersamaan terasa kuat sepanjang kegiatan.
Ketua panitia pelaksana, Ahmad Idris Matondang, M.Pd., menyampaikan, Tarhib Ramadan merupakan bagian dari program kerja NNB dalam rangka Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Seluruh pembiayaan kegiatan, kata dia, berasal dari tabungan sosial NNB yang dikumpulkan secara mandiri tanpa menggunakan kas organisasi.
“Setiap penampilan seni yang kami isi, termasuk sewa gordang, dialokasikan untuk kas NNB. Dana yang tersisa menjadi tabungan sosial dan dimanfaatkan untuk kegiatan ini, ditambah dukungan dari para orang tua. Alhamdulillah, kas NNB tidak terpakai sedikit pun,” seru pria lulusan UIN Maliki Malang ini, Jumat (13/2/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Idris menyampaikan, apresiasi dan rasa terima kasih kepada para orang tua dan senior. Khususnya yang selama ini terus memberikan dorongan, perhatian, dan motivasi.
“Semoga Allah SWT membalas dengan kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang lancar,” tuturnya.
Ia menambahkan, kegiatan Tarhib Ramadan tidak hanya menjadi seremoni menyambut bulan suci, tetapi juga wadah mempererat ukhuwah dan solidaritas antaranggota. Harapan besar disampaikan agar kekompakan yang telah terbangun dapat terus terjaga. Termasuk cita-cita memiliki tempat latihan dan berkumpul permanen di masa mendatang.
“Kami ingin suatu saat nanti Tarhib Ramadan bisa dilaksanakan di rumah sendiri, bukan lagi menumpang. Ini menjadi doa dan harapan bersama,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Persatuan Seni Budaya Mandailing (PSBM) Raptama Provinsi Jambi, Rivai AS Nasution, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Tarhib Ramadan menjadi bukti ketulusan dan semangat generasi muda dalam menjaga serta mengembangkan persatuan dan kebudayaan Mandailing.
“Tidak mudah menyelenggarakan acara seperti ini tanpa keikhlasan. Inilah jalan untuk menyatukan kita di masa depan. Alhamdulillah, organisasi ini sudah resmi dan memiliki izin. Tinggal bagaimana kita memperkuat dan mengembangkannya,” ujarnya.
Rivai juga mengingatkan, pentingnya menjaga eksistensi seni budaya Mandailing agar tidak tertinggal dan tergerus zaman. Ia mendorong seluruh anggota untuk terbuka menyampaikan persoalan serta bersama-sama membangun organisasi. Termasuk mewujudkan tempat berkumpul permanen.
“Mari kita kembangkan persatuan ini agar tidak lenyap ditelan zaman. Kalau bukan kita, siapa lagi,” tutupnya.
Kegiatan Tarhib Ramadan tersebut ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kelancaran ibadah di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Usai doa, seluruh hadirin menikmati makan bersama dalam suasana hangat dan penuh keakraban. (afi/afi)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.