Ketapang di Pinggir Jalan
Oleh : Baiq Annisa Yulfana Nalurita Dialah ketapangyang setia berdiri di tepi jalan,akar-akarnya memeluk bumitanpa pernah meminta pelukan kembali.Ia tumbuh dari sunyi,dari kemandirian yang tak dirayakan,namun batangnya tegak seperti janjiyang tak pernah diucapkan. Rindangnya adalah rumah sementarabagi pejalan yang lelah,bagi burung-burung yang singgah sebentarlalu lupa mengucap terima kasih.Ia menantang mataharidan menjadikannya teduh bagi yang lain.Menjadi payung,Begitulah bahasa […]
Read More Ketapang di Pinggir Jalan